Rabu, 13 April 2016

BERBUAT BAIK TERHADAP ORANG LAIN

Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan seramah wujudnya, dan kebaikan sebaik rasanya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat dari semua itu adalah mereka yang melakukannya. Mereka akan merasakan "buah" nya seketika itu juga dalam jiwa, akhlak, dan nurani mereka. Sehingga, mereka pun selalu lapang dada, tenag, tenteram, dan damai.

Ketika diri anda diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama manusia, niscaya anda akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati. Sedekahilah orang yang papa, tolonglah orang-orang yang terzalimi, ringankan beban orang yang menderita, berilah makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang terkena musibah, niscaya anda akan merasakan kebahagiaan dalam semua sisi kehidupan anda!

Perbuatan baik itu laksanan wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada disekitarnya. Dan manfaat psikologis dari kebajika itu terasa seperti obat-obat manjur yang tersedia di apotik orang-orang berhati baik dan bersih.

"Menebar senyum manis kepada orang-orang yang 'miskin akhlak' merupakan sedekah jariyah. Ini, tersirat dalam tuntunan akhlak yang berbunyi, ' meski engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri." (Al-Hadits)

Sedang kemuraman wajah merupakan tanda permusuhan sengit terhadap orang lain yang hanya diketahui terjadinya oleh sang Maha Gaib.

Seteguk air yang diberikan seorang pelacur seorang pelacur kepada seekor anjing yang kehausan dapat membuahkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Ini merupakan bukti bahwa Sang Pemberi pahala adalah Dzat Yang Maha Pemafat, Maha Baik dan sangat menncintai kebajikan, serta Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Wahai orang-orang yang maha terancam oleh himpitan kesengsaraan, kecemasan dan kegundahan hidup, kunjungilah taman-taman kebajikan, sibukkan diri kalian dengan memberi, mengunjungi, dan membantu, menolong, dan meringankan beban sesama. Dengan semua itu, niscaya kalian akan mendapatkan kebahagiaann dalam semua sisinya, rasa, warna, dan juga hakekatnya.

"Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya. Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Rabb-nya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan" (QS. Al-Taubah: 87) 

Sumber : La Tahzan